AILD #1 : Quo Vadis Pengaturan Normatif Mengenai Kebebasan Berekspresi dalam Ruang Lingkup Akademik?

Updated: Jul 8

ALSA Indonesia baru saja mengadakan ALSA Indonesia Legal Discussion #1 yang betema "Quo Vadis Pengaturan Normatif Mengenai Kebebasan Berekspresi dalam Ruang Lingkup Akademik di Indonesia?"


Kegiatan ini telah dilaksanakan pada:

Hari/tanggal : Jumat, 5 Juni 2020

Pukul : 13.45 - 15.05 WIB

Platform : Live youtube ALSA Indonesia.


Moderator : Marializia Hasni (Jurnalis Metro TV)


Pembicara : Diskusi ini dimoderatori oleh Marializia Hasni (Jurnalis Metro TV) dan mengundang

1. Ahmad Taufan Damanik (Ketua Komnas HAM RI)

2. Prof. Susi Dwi Harijanti (Guru Besar FH UNPAD)

3. Prof. Edward O.S.Hiariej (Guru Besar FH UGM)




Kebebasan berpendapat merupakan hak bagi setiap manusia, tetapi belakangan ini terjadi perbedaan perspektif mengenai kebebasan berpendapat dan berekspresi dalam koridor akademik yang kerap menjadi polemik.


Dari diskusi tersebut, terdapat beberapa pendapat - pendapat menarik dari para pembicara


"Yang bisa menguji materi akademik bukanlah aparat penegak hukum, melainkan dewan/lembaga akademik yang dibentuk di institusi pendidikan itu sendiri."- Pak Ahmad Taufan Damanik (Ketua Komnas HAM RI)


"Dalam konteks hukum pidana kebebasan berekspresi/berpendapat ada batasannya jangan sampai merujuk ke mencemarkan nama baik atau kebencian" - Prof Eddy O.S. Hiariej (Guru Besar Hukum Pidana FH UGM)


"Kebebasan akademik membutuhkan kompetensi" - Prof Susi Dwi Harijanti (Guru Besar Hukum Tata Negara FH UNPAD)








0 views

Visitation

Secretariat

Faculty of Law 

Universitas Gadjah Mada

President of ALSA Indonesia

Local Chapters

Kab. Sleman, D.I Yogyakarta

Send your input & suggestion

©2020 ASIAN LAW STUDENTS' ASSOCIATION NATIONAL CHAPTER INDONESIA

Organized by Vice President of ICT and Chief Officer of Creative Design. All Logos & Trademarks are the property of their respective holders.

ALSA National Chapter Indonesia is a member of ALSA International.

LOGO ALSA INDONESIA.png